Beranda Wisata Danau Tempe, Danau Penghasil Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia

Danau Tempe, Danau Penghasil Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia

304
0

Sulawesi Selatan menyimpan pesona obyek wisata alam yang menarik, unik dan sayang jika dilewatkan. Salah satunya adalah Danau Tempe. Danau Tempe adalah nama sebuah danau alami terbesar kedua di Pulau Sulawesi. Informasi Pariwisata Nusantara yang dirilis Kemenparekraf menyebutkan bahwa Danau Tempe adalah danau penghasil ikan air tawar terbesar di dunia.

Danau Tempe memiliki luas sekitar 13.000 hektar. Danau Tempe ini diapit oleh tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Wajo, Sidrap dan Kabupaten Soppeng. Danau ini menjadi salah satu obyek wisata favorit dan banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Yang menjadi keunikan Danau Tempe adalah di atas danau ini ada banyak rumah apung milik nelayan setempat dengan jala-jala yang digunakan untuk menangkap ikan.

Lokasi dan Akses Menuju Danau Tempe
Danau Tempe terletak di bagian barat Kabupaten Wajo, tepatnya ada di Kecamatan Tempe, sekitar 7 km dari Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Dari Kota Makassar, Anda membutuhkan waktu kurang lebih 6 jam untuk sampai ke Danau Tempe dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Wisata yang ada di Danau Tempe
Jika berkunjung ke Danau Tempe, Anda bisa melihat jaring–jaring penangkap ikan dipasang di sekitar danau. Di tempat wisata ini, Anda bisa memancing atau berkeliling dengan meyewa perahu nelayan. Di tengah danau Anda bisa jumpai ratusan rumah terapung milik nelayan yang berjejer dengan dihiasi bendera yang berwarna-warni.

Dari atas rumah terapung itu, Anda dapat menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari di satu posisi yang sama, dan juga bisa menjumpai berbagai bunga air serta beberapa jenis burung yang jarang ditemui. Burung-burung tersebut berpindah dari benua satu ke benua yang lain, dan Danau Tempe menjadi tempat persinggahan burung-burung tersebut.

Selain kekayaan hayati Danau Tempe yang menakjubkan, setiap bulan Agustus pengunjung juga bisa menyaksikan keunikan budaya masyarakat setempat. Pasalnya, setiap bulan Agustus, tepatnya tanggal 23 Agustus diadakan Maccera Tappareng (mensucikan danau) yang ditandai dengan pemotongan sapi yang dipimpin oleh ketua nelayan setempat.

Dalam acara ini, para Anda dapat menyaksikan berbagai atraksi wisata yang sangat menarik, seperti lomba perahu tradisional, perahu hias, pemilihan ana’ dara (gadis) dan kallolona (pemuda) Tanah Wajo, padendang (menabuh lesung), pagelaran musik tradisional dan tari bissu yang dimainkan oleh para waria, dan berbagai pagelaran tradisional lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Masukan namamu disini